fuel injection

Teknologi Injeksi Pada Motor

fuel injectionTeknologi Injeksi (Fuel Injection) diyakini akan menjadi teknologi masa depan pada kendaraan roda dua. Setelah Yamaha, kini Honda juga bertekad sama, yaitu mulai 2014 semua motor keluaran baru mereka sudah mengusung sistem injeksi ini. Sebetulnya kalau kita perhatikan, teknologi injeksi ini pada mobil sudah ada sejak lama, sekitar tahun 1980an. Mobil BMW saya saja tahun 1999 sudah menggunakan sistem injeksi pada pasokan bbm ke ruang bakar. Istilah yang dikenalkan di mobil itu adalah EFI (Electronic Fuel Injection). Tapi untuk motor sendiri, trendnya baru berkembang tahun-tahun sekarang.

Terdapat untung ruginya dalam sistem injeksi ini, diantaranya:

  1. Pencampuran udara dan bahan bakar selalu akurat sesuai yang ditakar oleh sensor tertentu, hal ini bisa membuat pengiritan dibandingkan mesin karbu.
  2. Perawatan lebih mudah
  3. Lebih ramah lingkungan
  4. Service dalam waktu yang lebih cepat.
  5. Mesin motor tidak terpengaruh kondisi cuaca, karena ada sistem pengaturan suhu tersendiri.

Sedangkan beberapa kelemahannya:

  1. Sistem injeksi tidak bisa di service di sembarangan bengkel. Harus bengkel resmi yang bisa menservice motor matic dengan sistem injeksi.
  2. Motor matic dengan sistem injeksi apabila terjadi kerusakan pada sparepartnya harus diganti dengan harga yang jauh lebih mahal.
  3. Motor matic dengan sistem injeksi sangatlah sensitif dengan masalah kelistrikan, karena sebagian besar pengaturan dilakukan oleh sensor-sensor tertentu.
  4. Rentan terhadap sumbatan kotoran, mengingat ukurannya yang sangat kecil.

Ada satu fakTeknologi Injeksita menarik melihat kekurangan khususnya nomor 4. Yamaha mengeluarkan produk carbon cleaner untuk membersihkan injektor dari kotoran2 yang mungkin lolos dari saringan bensin. Sesudah menggunakan carbon cleaner, mungkin injektor bersih, hanya saja kalau kemudian diisi kembali dengan bensin yang kualitasnya rendah, tentu kejadiannya akan sama seperti sebelumnya, dan diperlukan kembali carbon cleaner dan seterusnya. Jadi alangkah efektifnya kalau setelah menggunakan carbon cleaner itu, kemudian menggunakan bensin berkualitas yang bersih, sehingga penggunaan carbon cleaner cukup sekali saja dalam jangka waktu yang lama.

Bagaimana cara membuat bensin itu berkualitas? Bensin oktan tinggi belum tentu kualitasnya tinggi. Masih sering dijumpai SPBU yang jarang melakukan pengurasan tangki bawah tanahnya, sehingga bisa ikut masuk ke dalam tangki mobil, bahkan menerobos saringan bensin menuju injektor. Nah solusinya adalah menggunakan Norival, karena salah satu kelebihan Norival yaitu memiliki efek kaporit, sehingga kotoran yang kecil sekalipun akan turun dan mengendap di dasar tangki bensin, sehingga tercegah masuk ke sistem injeksi. Namun konsekwensinya, hindari membiarkan bensin sampai kondisi res, karena kotoran menumpuk di bawah, dan usahakan paling telat setahun sekali (idealnya 6 bulan sekali) untuk menguras tangki bensin, sehingga tidak menyebabkan efek lain yang ditimbulkan oleh endapan kotoran-kotoran tersebut. Norival memang mampu meningkatkan kualitas bahan bakar, selain tentu saja juga bisa menjadi penghemat bbm terbaik saat ini. Semoga berguna.

Posted in Informasi and tagged .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.