Peningkat Kualitas BBM Norival VS Merk Lain, Pilih Mana ??

Setelah lebih dari 5 tahun berjualan Norival, lambat laun makin paham dengan berbagai kelebihan dari Norival itu. Memang beberapa tahun belakangan ini sempat sepi, yaitu saat harga bensin terbilang murah, terlebih perbedaan harga premium dan pertamax lumayan tipis, dan juga hadirnya Pertalite semakin membuat para pencari penghemat BBM merasa nyaman dengan harga yang ada. Tapi tidak demikian dengan para pencari torsi / tenaga kuda, mereka TETAP menggunakan Norival, apapun bensin/solar yang dia gunakan.

Saat ini, harga bensin non subsidi mengalami kenaikan beberapa rupiah saja, tapi efeknya mulai memicu Norival untuk rame kembali. Banyak orang yang kembali bertanya-tanya stok, harga dan juga langsung beli. Hmm sudah saatnya untuk kembali merapihkan stok dan barisan. Dan tidak lupa untuk mengecek perkembangan dari para kompetitor yang datang dan pergi. Dan ternyata, ada satu yang terlihat lumayan booming dan jujur saja, saya pernah ditawari produk ini oleh 2 orang yang berbeda, dan setelah saya analisa, kualitasnya jauh di bawah norival, terutama untuk hal-hal yang sebenarnya cukup krusial.

Jadi inget mantan kepala mekanik BMW di Bandung yang mewanti-wanti “Hati-hati, jangan pake yang gituan …”. Untung saya bandel dan pake terus, sampai akhirnya dia penasaran, pake dan ikut jualan hehe…  Memang sih, sejauh ini hanya Norival yang aman terhadap mesin, disamping berbagai kelebihan lainnya. Mari kita bahas.

Lupakan berbagai teori, testimoni dll dan cukup ambil saja hasil labnya dari lembaga independent. Berikut saya tampilkan kembali hasil test lab Norival di PT Petrolab

Dari hasil lab di atas, bisa dijelaskan mengapa Norival yang terbaik:

  1. Ada hasil lab sebelum dan sesudah Norival diteteskan ke dalam premium. Kalau yang ada cuma hasil sesudah diteteskan, ya gimana mau ngambil perbandingannya, atau mau mengklaim produk ini memilik efek positif ?? Tapi lucunya, banyak produk sejenis mengklaim yang terbaik, tapi ga pernah memberikan hasil perbandingan sebelum dan sesudah digunakan.
  2. Perhatikan di hampir pojok kanan atas, ada kalimat “Overall Analysis Result” dan tertera hasilnya “Normal“. Itu artinya hasil test lab baik-baik saja. Nah kalau mau membandingkan dengan produk lain, lihat hasil itu ada atau tidak. Banyak saya temukan hasilnya tidak ada tulisan apa-apa, ko bisa? kalau tidak ada tulisan Normal, jangan2 ga Normal lagi hehe… Dipastikan kalau di sana tidak ada hasilnya, ya berarti dihapus hasilnya. Untuk melacak penjelasannya dari status ini, lanjut ke nomor 3.
  3. Silakan melihat di bagian bawah, yaitu di Keterangan. Tertera tulisan: “Hasil analisa Normal“. Nah ini senada dengan status di nomor 2. Kalau tulisannya tidak “Normal”, maka ketidaknormalannya itu dijelaskan di kalimat di keterangan itu. Biasanya sih karena kadar-kadar yang diuji nilainya di bawah yang seharusnya. Tapi, saya melihat produk yang ditawarkan ke saya itu susah sekali untuk tau apa isi keterangannya sehingga ko “ga normal”. Ada yang lengkap, tpi gambarnya kecil, jadi ga bisa dibaca. Ada yang gambarnya gede, jelas tulisannya, tpi bagian bawahnya dicrop sehingga tidak tampil. Ada apa ini? ko disembunyikan ya hehe…. Ada udang di balik bakwan kayanya.
  4. Berikutnya lihat hasil analisa, yaitu Research Octane Number (RON). Hasil test lab Norival jelas terlihat angka 88,7 untuk premium murni dan 92,5 untuk premium+Norival Gold (Norival level terbawah saat ini). Artinya terjadi kenaikan 3,8 poin dan di atas pertamax yang katanya RON-nya 92. Tpi, hasil ini di hampir semua produk juga bagus, karena bagi mereka inilah acuan keberhasilan dari produknya. Ya, oktan (RON) naik, maka produk dijamin bagus. Padahal… kalau kita lempar kapur barus saja ke bensin, dijamin oktan juga naik. Dan ini sudah menjadi rahasia umum, kalau ingin harga murah, mesin bertenaga, pake saja kapur barus. Cuma yang jadi masalah, pertama apakah secara jangka panjang aman? dan yang kedua, fungsi kapur barus itu adalah meningkatkan titik bakar, sehingga terhindar dari knocking. Akibatnya memang pembakaran jadi lebih sempurna dan tenaga juga lebih besar, tpi apakah kapur barus memberikan efek peningkatan tenaga? nah ini yang tidak dimiliki kapur barus, atau produk2 lain yang hanya RON-minded. Hasilnya, kalau kecepatan rendah, beban ringan, medan lurus2 saja, mesin terasa enak, tapi coba pacu di kecepatan tinggi, beban berat, medan tanjakan, apakah enak juga? kebanyakan sih loyo, termasuk bensin mahal juga loyo, karena sekali lagi, yang jadi acuan adalah RON dan bukan MON.
  5. Lanjutkan ke poin Motor Octane Number (MON). Kalau RON itu diuji pada kecepatan rendah, beban ringan dan medan normal, sedangkan MON itu diuji pada kecepatan tinggi, beban berat dan medan sulit spt tanjakan. Jadi sebenarnya real tenaga itu ada di MON, dan bukan RON. Cuma di Indo saja yang pake RON sebagai acuan, di luar sana sudah pada pake MON atau gabungan RON+MON yang disebut AKI. Terlihat bahwa MON Premium itu 79.5 dan premium+norival gold itu 83,5. terjadi peningkatan 4 poin, padahal pertamax saja cuma 80,6. Ini artinya Norival mampu memberikan tambahan REAL tenaga pada bensin yang dicampurkan. Sementara produk-produk lain, rasanya belum pernah ada yang menyertakan hasil uji MON ini. Maka, tau sendiri dong bagaimana gaharnya Norival ini. Cek saja di kecepatan tinggi, beban berat dan medan tanjakan. Dijamin ga loyo dan tetap gahar.
  6. Selanjutnya masuk ke kadar kandungan zat yang ada di dalamnya, khususnya Gum (getah) dan Sulfur (Belerang). Ini adalah 2 zat yang berbahaya seandainya berlebih. Kebayang kan kalau getah di dalam bensin berlebih, pasti lengket lah dan pompa bensin terancam jebol, pembakaran bakal meninggalkan kerak, karena getah itu pasti terbakar. Demikian juga sulfur yang berlebih, akan mengakibatkan timbulnya endapan dan membuat keropos tangki bensin. Nah Norival ini ternyata tidak menambah unsur Gum (tetap 1,5 dari typical max 5) maupun Sulfur (tetap 125ppm dari typical max 500). Artinya Norival AMAN. Tapi, kalau saya lihat produk yang ditawarkan ke saya itu, ternyata kadar Gum (Getah) nya itu lebih dari nilai maksimal yang diijinkan. Tentu ini berbahaya bukan? Setelah saya googling lagi, baru sekarang ketemu dengan hasil lab lengkap produk tersebut, dan ternyata memang kadar gum-nya itu melebihi nilai maksimalnya. Tapi sepertinya penjualnya ga peduli, atau mungkin juga ga tau kalau itu  berbahaya bagi kendaraan. Makanya dulu-dulu dicrop supaya ga kelihatan, tpi sekarang bisa dilihat bebas, hehe.. Tidak ada salahnya berhati-hati, tidak usah menunggu mobil rusak dulu untuk membuktikannya. Kalau Norival? Aman, orang dari 2011 sudah dipake ko, sampai sekarang tetaplah aman sentausa.
  7. Khusus untuk Solar (hasil lab bisa request, karena ada yang perlu dijelaskan di sini). nilai flash poin naik dari 30 (solar murni) menjadi 51 (solar + norival diesel). Ini artinya tenaga yang diberikan menjadi semakin besar. Nah produk lain kalau nilai flash poinnya ini tidak meningkat, malah dapat peringatan kalau nilai flash poinnya di bawah standard, ya artinya tidak ada pengaruh terhadap peningkatan performa. Flash poin ini sejenis MON kalau di parameter bensin. Dan satu lagi partikulat turun dari 6 menjadi 4, artinya ukuran partikel semakin halus, jadi tentu aman untuk Common Rail sekalipun.

Nah itulah beberapa penjelasan tentang Norival dan Produk-produk sejenis lainnya yang datang silih berganti. Semoga bisa menjadi rujukan untuk memilih produk yang memang bekerja dengan baik, namun tetap aman dan nyaman untuk digunakan.

Posted in Informasi and tagged , .

4 Comments

    • kalau titanium sudah lama off mas, sedangkan platinum baru bbrp bulan saja, alasannya yaitu biar efektif, karena fungsinya bisa dihandle sama type jenis lain. Jadi bisa pake Dragrace atau Gold saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.