mengapa mobil saya ngelitik

Mengapa Mobil Saya Bunyi Ngelitik?

Anda tentu pernah dengar istilah ngelitik pada mesin kendaraan bukan? Nah, banyak sekali penyebabnya, entah itu karena kekurangan oktan dari BBM yang dipake, settingan yang salah, banyaknya kerak di kepala piston, dan lain-lain. Mungkin anda merasa heran, karena awal-awal beli ga ada suara ngelitik, tapi ko lama kelamaan jadi terdengar bunyi ngelitik tersebut. Apa yang kemudian menyebabkan mobil saya ngelitik?

mengapa mobil saya ngelitik

Untuk jenis-jenis ngelitik pada mesin kendaraan, boleh anda lihat artikel saya tentang mesin mobil ngelitik. Di sini saya hanya akan membahas mengenai kondisi di awal yang normal, namun kemudian terdengar bunyi ngelitik. Saya akan ambil contoh kasus pada kendaraan Suzuki APV, dengan spesifikasi mesin seperti di bawah ini:

spesifikasi Suzuki APF

Dari gambar di atas, terlihat bahwa rasio kompresi mesin Suzuki APV adalah 9,5 : 1, dan kebutuhan akan oktan dari setiap perbandingan kompresi bisa dilihat pada gambar di bawah ini:

oktan kompresi

Dari gambar di atas, maka kebutuhan oktan dari mobil Suzuki APV adalah 92 (selevel pertamax). Bagaimana jika kemudian diisi premium yang hanya beroktan 88? secara teori jelas kekurangan oktan sampai 4 point dan ini akan menyebabkan ngelitik. Namun, kadang tanpa kita ketahui, bengkel akan memundurkan settingan pengapian untuk mencegah ngelitik tersebut, dan ini lebih efektif dibandingkan bengkel menyarankan kita supaya menggunakan BBM minimal pertamax 🙂 Untuk beberapa tahun, mungkin langkah ini efektif (suara ngelitik tidak terdengar), tapi ada harga yang harus dibayar, yaitu tenaga jadi tidak optimal dan kendaraan akan lebih boros. Dan lama kelamaan, bunyi ngelitik akan terdengar walaupun pengapian dipundurkan sampai batas maksimalnya, mengapa ini terjadi?

Baiklah coba kita mulai melakukan penghitungan dengan rumus-rumus matematika SMP dulu. Mungkin anda tahu, bahwa rasio kompresi mesin itu adalah perbandingan volume ruang bakar (saat piston berada di Titik Mati Bawah / TMB) dengan volume ruang kompresi (saat piston berada di Titik Mati Atas / TMA), silakan lihat tentang link rasio kompresi. Dari data spesifikasi mesin APF, maka kita dapatkan:

  • jumlah silinder(n): 4
  • jari-jari piston (r): (75 mm / 2) = 37,5 mm = 3,75 cm
  • panjang ruang bakar (t): 84,5 mm = 8,45 cm
  • maka volume ruang bakar (Vb) = pi*r*r*t*n = 3,14 * 3,75 * 3,75 * 8,45 * 4 = 1.492,5
  • Karena perbandingan kompresi 9,5 : 1, maka volume ruang kompresi (Vk) = (1 / 9,5) * 1.492,5 = 157,11 cc

Nah kalau kita isi dengan premium, terlebih settingan pengapian dipundurin, maka pembakaran yang terjadi tidak akan sempurna, dan meninggalkan kerak karbon pada kepala piston. Jika lama kelamaan dibiarkan tanpa treatment khusus, kerak karbon ini akan menebal dan membuat volume ruang bakar maupun ruang kompresi menjadi menyusut.

Apa yang terjadi jika Vb dan Vk ini menyusut? Misalkan ketebalan karbon mencapai rata-rata tiap piston adalah 0,5 mm = 0,05 cm, maka:

  • jumlah silinder(n): 4
  • jari-jari piston (r): (75 mm / 2) = 37,5 mm = 3,75 cm
  • tebal karbon (t): 0,05 cm
  • maka volume karbon = 3,14 * 3,75 * 3,75 * 0,05 * 4 = 8,8 cc
  • Sehingga diperoleh:
    • Vb baru = 1492,5 – 8,8 = 1483,7 cc
    • Vk baru = 157,1 – 8,8 = 148,3 cc
    • Perbandingan kompresi baru = 1483,7 : 148,3 = 10 : 1

Ternyata dengan ketebalan kerak karbon pada masing-masing piston itu 0,5 mm, akan meningkatkan rasio kompresi menjadi 10 : 1, dan ini sudah masuk area kebutuhan oktan 95 (setara pertamax plus). Kalau kompresi 9,5 : 1 masih bisa diakali dengan pemunduran timing pengapian, maka kompresi 10 : 1 sudah makin susah, sehingga mulailah terdengar bunyi ngelitik pada mesin. Berikut saya berikan ilustrasi ketebalan karbon mulai dari 0,1 mm sampai 10mm (1cm).

ketebalan karbon

Jadi terlihat bahwa semakin tebal karbon, semakin tinggi pula rasio kompresi, yang menyebabkan kebutuhan oktan semakin tinggi. Teknik pemunduran timing pengapian mungkin efektif menghilangkan ngelitik pada rasio kompresi rendah, tapi tidak akan berhasil pada rasio kompresi yang semakin tinggi. Bagaimana supaya hal ini tidak terjadi pada mesin mobil anda? Berikut beberapa hal yang bisa anda lakukan:

  1. Gunakan selalu BBM dengan oktan yang sesuai dengan rasio kompresi.
  2. Jika seringnya anda pake premium, coba sesekali gunakan Pertamax (plus) supaya kerak karbon ikut rontok di ruang bakar, geber saja mesin di RPM tinggi supaya lebih cepat.
  3. Gunakan Norival, karena baik oktan (RON / Reseach Octane Number) yang bisa disesuaikan, juga real tenaga (Motor Octane Number) yang memang mumpuni. Norival aman digunakan, sudah diuji di PT Petrolab dan telah 3 tahun berkiprah tanpa komplen.

Semoga berguna bagi anda 🙂

Posted in Informasi and tagged , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.