dosis norival berlebih

Bagaimana Kalau Dosis Norival Berlebih?

dosis norival berlebihDosis umum untuk Norival adalah 2 tetes untuk 1 liter, atau 1ml untuk 15 liter premium. Nah bagaimana kalau dosis ini berlebih? Seminggu yang lalu saya punya pengalaman tentang ini. Saya memperkirakan kalau full tangki adalah 50 liter premium, maka saya tuangkan dulu Norivalnya 3 ml. Eh ternyata isi bensinnya cuma 36 liter, alhasil perbandingannya jadi terlalu banyak 1:12 bukan 1:15. Tapi saya ga terlalu ambil pusing, dan ini kesempatan untuk mencoba mobil dengan dosis Norival berlebih.

Saat meninggalkan SPBU, tidak terlalu terasa bedanya. Tapi saat kecepatan tinggi, terutama saat kick-down (menginjak gas kenceng-kenceng), ternyata kendaraan terasa berat dibanding biasanya. Dengan kejadian ini, saya hanya tersenyum saja, soalnya teorinya berarti bener, yaitu kalau dosis Norival berlebih, tarikan akan terasa lebih berat. Akhirnya saya jalankan sekitar 50km, dan masuk kembali ke SPBU terdekat, isi dengan premium saja tanpa Norival. Sesudah itu tancap gas lagi, dan ternyata sekarang kembali ringan.

Jadi kesimpulannya, dosis norival berlebih maupun kekurangan dari dosis standarnya, tidak akan sampai merusak mesin, hanya akan terasa lebih berat atau kurang optimal. Namun, jangan sampai menambahkan dosis ini terlalu banyak, misal sampai 2x lipat dosis normalnya. Ini ada pengalaman juga, dimana user menggunakan mobil Nissan Serena, yang setelah menggunakan Norival, tetap ga terasa sama sekali pengaruhnya. Si agen punya asumsi sendiri tentang ini, akhirnya dibuatlah perjanjian untuk menggunakan Norival 2x lipat dosis yang dianjurkan (mohon adegan ini jangan ditiru, hehehe…). Jika terjadi sesuatu dengan mobil ini, maka akan dibawa ke bengkel dan biaya ditanggung si agen. Akhirnya dilakukanlah percobaan tersebut. Dan setelah beberapa lama, mesin mobil berhenti dan mobil pun mogok. Kemudian dibawalah ke bengkel untuk dicek.

Ternyata setelah ruang pengapian dibuka, kerak yang menempel di kepala piston, yang ukurannya sudah sangat tebal, copot semua dan akhirnya menyumbat sana sini, yang mengakibatkan mesin mati. Setelah dibersihkan seluruh kerak tersebut, kemudian menggunakan kembali Norival dalam dosis normal, baru mobil terasa ringan dan bertenaga. Ternyata penyebabnya adalah tebalnya karbon yang menempel di kepala piston tersebut. Ini bisa terjadi akibat mobil yang harusnya konsumsi BBM minimal pertamax, tapi selalu diisi dengan premium dan jarangnya service rutin.

Jika dosis Norival normal, maka perlahan tapi pasti, kerak yang ada di kepala piston itu akan dikeluarkan sedikit demi sedikit dalam ukuran yang sangat halus (berupa gas), sehingga tidak akan menyumbat. Ini semua tentu telah melalui rangkaian percobaan dan pengujian sebelumnya.

Posted in Informasi and tagged , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.