Tanya Jawab Norival | Norival - Penghemat BBM Mobil dan Motor Tanya Jawab Norival – Norival – Penghemat BBM Mobil dan Motor

Tanya Jawab Norival

  • Home
  • /
  • Tanya Jawab Norival

Tanya Jawab Norival

Apa Kelebihan Norival Dibandingkan Produk Yang Lain?

Sangat banyak produk sejenis Norival ini, baik dari dalam maupun luar negeri, berikut secara umum kelebihan Norival dibandingkan dengan produk-produk lainnya:

  1. Ada hasil uji otentik dari lembaga independent (PT Petrolab), di mana secara keseluruhan hasil uji tersebut NORMAL, sehingga tidak perlu khawatir akan merusak kendaraan.
  2. Dosis sangat kecil, yaitu hanya 2 tetes (1/15ml) untuk 1 liter bensin atau 0,007%-nya saja. Produk lain bisa lebih besar dari itu, bahkan ada yang sebesar Redoxon untuk 20liter bensin. Dengan dosis yang sangat kecil ini, tidak usah khawatir ada pengendapan yang diakibatkan oleh Norival. Hal ini juga yang membuat Norival dirasa demikian murah dibandingkan produk lain.
  3. Norival sudah eksis selama lebih dari 1,5 tahun, tanpa ada laporan kerusakan mesin dll. Hal ini bisa dicek di internet untuk menemukan testimoni tentang kerusakan mesin yang diakibatkan Norival. Yang terjadi justru sebaliknya, demikian banyak testimoni positif tentang produk Norival ini
  4. Asli produk Indonesia. Jadi tidak usah takut produk berhenti karena kesulitan import bahan dari luar negeri. Norival terbuat dari minyak atsiri murni kelas 1, yang tumbuh subur di tanah Indonesia ini.
  5. Pengetesan di berbagai alat test seperti dynotest, dynojet dll menunjukkan hasil yang memuaskan, baik secara torsi ataupun HP.

Amankah Norival Digunakan Pada Kendaraan Injeksi?

Sistem injeksi adalah merupakan teknologi terkini dalam hal penyaluran bensin ke dalam ruang bakar. Namun didapati bahwa injektor sangat sensitif, karena lubangnya sangat halus, maka rawan tersumbat. Terlebih Norival diketahui bersama mampu mengikis kerak dari ruang pembakaran, sehingga timbul kekhawatiran apakah setelah menggunakan Norival justru injektor akan tersumbat?

Perlu diketahui bahwa jalur pembuangan kerak oleh Norival adalah dari ruang bakar menuju knalpot, sedangkan injektor ada di jalur dari tangki bensin menuju ke ruang bakar (sebelum ruang bakar), jadi injektor tidak merupakan jalur yang dilewati oleh pembuangan kerak menuju knalpot.

Dan memang faktanya, Norival juga mampu membersihkan kotoran dari tangki bensin dan mengendapkannya, namun jika kadar kotoran ini cukup tinggi apalagi premium yang digunakan, maka saringan bensin akan cepat kotor. Jika kita tidak rutin service dan membiarkan saringan bensin itu kotor dalam waktu lama, maka ini yang berpotensi membuat injektor tersumbat.

Kesimpulannya, penggunaan Norival tidak akan membuat injektor tersumbat, karena jalur yang berbeda. Dan lakukan service rutin, terutama mengecek saringan bensin yang mungkin lebih cepat kotor karena penggunaan bensin yang mengandung banyak kotoran.

Apakah Norival Aman Digunakan?

Ini adalah salah satu pertanyaan yang paling banyak ditanyakan. Mengacu pada berbagai pertanyaan dari calon user, dan hasil tes dari petrolab, maka didapatkan hal seperti berikut:

  1. Apakah Norival menjadikan bensin lengket, sehingga bisa merusak fuel pump? Hal yang membuat bensin jadi lengket karena pemakaian additive adalah kadar getah (gum) yang memang ada di dalam tumbuh-tumbuhan atsiri. Namun, Norival sendiri telah melewati hasil degumming yang ketat, sehingga sesuai hasil test Petrolab, kadarnya di dalam campuran premium+Norival Gold adalah 1,5mg/100mL dari ambang batas maksimal adalah 5mg/100mL, berarti Norival aman dari membuat lengket pada bensin.
  2. Apakah Norival mengandung timbal yang membahayakan? Premium sekarang sudah tidak ditambahkan lagi timbal di dalamnya, namun pembentukan minyak bumi sendiri tidak memungkinkan kita menghilangkan timbal 100%. Artinya timbal masih ditemukan, namun dalam kadar yang sangat rendah, yaitu kurang dari 1ppm dari ambang batas aman 13ppm. Dan setelah diteteskan Norival, kadar ini tidak bertambah, artinya Norival tidak membahayakan dari sisi timbal ini.
  3. Apakah Norival menyebabkan korosi pada unsur mesin yang terbuat dari logam? Penyebab korosi adalah adanya asam bentukan dari Sulfur, yang bisa menyebabkan karat pada logam, ganggunan pernafasan pada manusia, bahkan dapat menyebabkan hujan asam. Kita lihat hasil tes, ternyata kadar sulfur dalam premium 125ppm dari ambang batas amannya 500ppm. Setelah diteteskan Norival pun kadar ini tidak bertambah. Jadi Norival aman dari kemungkinan timbulnya korosi / karat pada komponen mesin.

Apakah Norival Bisa Digunakan Untuk Pertamax?

Karena alasan tidak ingin antri atau memang mengikuti anjuran pemerintah, banyak pengguna yang tidak mau meninggalkan pertamax tapi ingin menggunakan Norival. Tidak ada masalah bila Norival digunakan untuk pertamax, namun dengan catatan cukup setengah dosis, yaitu 1 tetes untuk 1 liter, ini menjaga supaya nilai oktan tidak terlalu tinggi.

Memang setelah digunakan, mesin akan terasa lebih panas, namun ini adalah hal yang wajar, karena tenaga yang dihasilkan sebanding dengan kalor yang dikeluarkan. Kelebihan lain adalah Norival melapisi kerak yang masih mungkin terbentuk di atas mahkota piston walupun menggunakan pertamax. Lapisan ini membuat kerak tersebut lebih ‘lunak’ sehingga perlahan akan terkikis oleh ledakan pertamax + norival yang jauh lebih dahsyat.

Mengapa Norival Bisa Menghemat BBM Bahkan Sampai 40%?

Hemat sampai 40% padahal dengan dosis yang sangat kecil adalah hal yang menakjubkan bagi banyak orang, tapi memang seperti itulah faktanya di lapangan. Penjelasannya adalah sebagai berikut:

  1. Angka oktan sesuai dengan kebutuhan mesin berdasarkan rasio kompresi, hal ini menyebabkan pembakaran sempurna, menghasilkan sisa pembakaran berupa CO2 dan H2O dan tentu saja tenaga, tanpa menyisakan kerak (bbm yang tidak terbakar). Jelas efisiensi mendekati 100%.
  2. Keberadaan oli mesin di bawah ruang bakar adalah untuk membuat gerakan piston lebih ringan, sehingga diperlukan tenaga yang lebih kecil (bensin yang lebih irit). Norival mengandung pelumasan tambahan, sehingga di ruang bakar pun akan ada pelumasan yang serupa dengan fungsi oli mesin tadi. Dengan double pelumasan ini, jelas tarikan mesin akan lebih ringan, karena gerakan piston juga lebih ringan, sehingga bahan bakan makin irit.
  3. Norival mengandung efek kaporit, artinya kotoran yang ikut masuk ke dalam tangki bensin, akan diendapkan, dan ini membantu tugas saringan bensin dalam menyaring bensin dari kotoran, sehingga resiko masuknya kotoran ke dalam ruang bakar, jelas lebih kecil, dalam arti lain bensin yang bersihlah yang masuk, sehingga tidak mengganggu ke dalam proses pembakaran.
  4. Perlahan-lahan Norival membuang kerak yang menempel di atas kepala piston, sehingga setelah bersih, proses pembakaran di ruang bakar tidak akan terganggu.

Dari berbagai penjelasan itu, maka wajar jika faktanya Norival mampu menghemat bbm 20-40%.

Apakah Ada Hasil Lab Untuk Produk Norival Ini?

Dalam rentang waktu lebih dari 1,5 tahun, telah banyak user maupun pihak ke 3 (misalnya tabloid motorplus) yang menguji Norival dengan alat ujinya masing-masing, dan didapatkan hasil yang memuaskan, baik peningkatan torsi maupun HP. Namun banyak kalangan terutama akademisi yang menginginkan hasil uji lab. Maka dari itu, tanggal 28 Maret 2013 Norival telah resmi diuji di lembaga independen yang telah menjadi rujukan yaitu PT Petrolab (No. 00114/BBM/SO/03/13), dan didapatkan kesimpulan seperti berikut:

  1. Overall Analysis Report => Normal
  2. Keterangan => Hasil analisa Normal

Hasil di atas memang terlihat sederhana, tapi ini bisa dijadikan dasar bahwa Norival adalah peningkat kualitas bahan bakar terbaik yang telah terbukti dan teruji, dan bisa dijadikan dasar perbandingan dengan produk lain. Ada yang menampilkan hasil serupa, namun hasil testnya tidak “Normal”, entah apa, karena dihilangkan (diedit). Ada juga yang menampilkan hasil uji lemigas dengan nomor tertentu, tapi hasilnya sendiri tidak diperlihatkan (hanya nomornya saja). Sementara Norival menampilkan apa adanya.

Mengapa Hanya Norival Gold Yang Diuji?

Selama 3 tahun lebih masa beredarnya Norival, sudah ribuan orang yang menggunakan dan puas. Dan selama itu, sampai detik ini, tidak ada laporan kerusakan mesin dll yang diakibatkan oleh penggunaan Norival. Berbagai test pun dilakukan oleh user maupun pihak ketiga, dan semua mendapatkan hasil yang menggembirakan, karena mampu meningkatkan secara significant baik torsi maupun HP. Namun tetap saja banyak orang yang masih ragu, terutama dari kalangan akademisi yang perlu data secara empirik. Untuk itulah maka pihak Norival mengajukan sample untuk diuji di salah satu perusahaan independent yang sudah punya nama dan memang jaminan mutu untuk menguji produk Norival in, yaitu PT Petrolab.

Yang menjadi pertanyaan, kenapa hanya Gold yang ditest? Ini penjelasannya:

  1. Pihak Norival sendiri baru melakukan uji untuk Gold akhir bulan Maret 2013 (belum lama).
  2. Mengingat biaya yang tidak kecil untuk melakukan uji ini, maka untuk sementara diambil sample yang cukup mewakili, baik untuk yang di atasnya, maupun untuk yang dibawahnya. Maka Norival Gold-lah yang bisa mewakili (level menengah).
  3. Norival Gold adalah yang paling banyak penggunanya, baik motor maupun mobil.

Meskipun demikian, pihak Norival punya rencana untuk menguji berbagai produk lainnya, termasuk rencana lain untuk menguji di Lemigas, dan juga mencampur Norival kepada bahan bakar produk asing seperti shell. Kita tunggu saja kepastian rencana ini, yang jelas Norival akan mengakomodir keinginan dari para penggunanya untuk selalu menjadi yang terbaik.

Apakah Norival Ada Masa Kadaluarsanya?

Jika ditutup rapat dan tidak terkena sinar matahari langsung, maka secara umum minyak atsiri (termasuk Norival di dalamnya) mampu bertahan 1,5 – 2 tahun. Jika tidak, maka minyak atsiri mudah menguap dan juga mudah teroksidasi oleh udara bebas.

Jadi untuk mempertahankan Norival tetap pada performanya, simpanlah di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung, tidak terlalu panas, dan selalu dalam keadaan tertutup rapat untuk mencegah penguapan dan oksidasi.

Bagaimana Kalau Tidak Sesuai Dengan Rekomendasi?

Melalui serangkaian riset, akhirnya didapati penggunaan Norival yang disesuaikan kompresi, yaitu:

  • Kompresi 7 – 8.8: Norival Silver (Oktan 90)
  • Kompresi 8.9 – 9.8: Norival Gold (Oktan 92)
  • Kompresi 9.9 – 10.8: Norival Platinum (Oktan 95)
  • Kompresi 10.9 – 13: Norival Titanium (Oktan 98)

Bagaimana seandainya menggunakan Norival tidak sesuai dengan rekomendasi di atas? Ada 2 kemungkinan:

  1. Menggunakan type Norival di bawahnya, misal rekomendasinya Norival Gold, tapi yang dipake Norival Silver, maka performa mesin tidak akan terlalu maksimal, walaupun tetap ada pengaruhnya. Dan resiko ngelitik (Knocking) masih tetap ada, mengingat kebutuhan nilai oktan tidak tercapai.
  2. Menggunakan type Norival di atasnya, misal rekomendasinya Norival Gold tapi yang dipake Norival Platinum. Jika berada satu level di atasnya, bisa jadi akan memberikan efek yang lebih baik, namun jika menggunakan lebih dari satu level, maka dikhawatirkan mesin akan terasa lebih berat, mengingat level di atasnya memiliki titik bakar yang lebih tinggi, sehingga khawatir tidak terbakar sempurna dan bisa menyebabkan penumpukan kerak.

Jadi, untuk lebih optimalnya, gunakan saja type yang sesuai dengan rekomendasi, jika dirasa kurang, bisa menggunakan type satu level di atasnya. Jika kita lihatpun di buku manual kendaraan, biasa tertulis spesifikasi RON minimal (misal 92), dan RON yang direkomenasikan (misal 95), jadi naik satu level tidak masalah. Memang kadang diperlukan eksperimen sendiri tentang type Norival yang cocok dengan kendaraannya masing-masing.

Bagaimana Kalau Dosis Pemakaian Norival Tidak Sesuai Yang Dianjurkan?

Berdasarkan hasil riset, maka dosis yang dianjurkan adalah 2 tetes untuk 1 liter (1ml untuk 1L bensin). Namun dalam prakteknya, tentu sangat sulit untuk menggunakannya sesuai dosis yang tepat, terutama untuk mobil. Apa akibatnya kalau dosisnya tidak sesuai, apakah itu kelebihan atau kekurangan?

Kekurangan atau kelebihan sedikit saja, tentu tidak akan berpengaruh besar pada performa mesin, asal jangan sampai kelebihan 2x lipat yang seharusnya. Yang dikhawatirkan oleh kelebihan dosis sampai 2x lipatnya adalah reaksi melunakkan kerak yang menempel di mahkota piston menjadi lebih cepat, dan jika kebetulan kadar keraknya sudah tinggi, maka kerak itu akan langsung copot dan jelas saja ini mengganggu ruang pembakaran bahkan bisa menyumbat saluran-saluran yang lain. Selain itu, kelebihan dosis yang besar juga akan membuat tarikan lebih berat. Jadi selalu gunakan dosis sesuai anjuran.

Setelah Berapa Lama Efek Norival Dirasakan Oleh Pengguna?

Efek positif Norival akan dirasakan oleh pengguna berbeda-beda waktunya, dan ini sangat tergantung oleh kondisi kendaraannya. Jika sebelumnya menggunakan pertamax, service dilakukan rutin, maka sekali pakai juga akan langsung terasa, namun jika sebelumnya premium, atau jarang melakukan service rutin, maka Norival memerlukan waktu setidaknya sampai 3x penggunaan. Di awal pemakaian, norival akan membersihkan kerak yang menempel di kepala piston secara bertahap. Pada saat itu, mungkin saja tarikan terasa lebih berat, kadang diserbai brebed-brebed, bahkan kendaraan menjadi lebih boros. Selain itu, di knalpot ada pengeluaran pasir hitam halus (kerak yang terkikis) dan mungkin cairan kekuningan (sulfur). Semua ini normal, dan akan berangsur hilang sampai pemakaian ke 3, setelah itu, kebanyakan pengguna sudah merasakan manfaat penggunaan Norival.

Berikut urutannya kalau kita ingin mengecek Norival bekerja:

  1. Nyalakan kendaraan, setelah panas lihat jarum penunjuk RPM (kondisi idle), biasanya menunjukkan sekitar 800, dan bandingkan dengan setelah menggunakan Norival, biasanya turun ke angka 600. Ini menunjukkan bahwa kinerja mesin mulai terasa ringan, untuk mempertahankan mesin menyala, biasanya dengan putaran 800, sekarang cukup 600 saja. Efek ini biasanya langsung bisa kita amati.
  2. Tarik gas dan rasakan tarikannya. Ini juga biasanya instant, bahwa tarikan akan terasa lebih ringan. Efek pelumasan Norival mulai bekerja terhadap komponen piston.
  3. Jalankan kendaraan, dan rasakan tenaganya sekarang, terutama saat menanjak, membawa beban dan saat kecepatan sedang tinggi. Dan efek inilah biasanya yang dirasakan setelah 3x pemakaian. Tapi kalau kendaraan terawat, kadang efek ini pun akan langsung dirasakan pengguna.

Jika setelah 3x penggunaan tidak merasakan efek apapun, konsultasikan dengan agen penjual Norival tempat anda membeli produk ini.

Apakah Ada Efek Negatif Penggunaan Norival?

Ini pertanyaan yang paling sering dilontarkan, efek negatif penggunaan Norival, tapi sayang sekali, selama ini belum ditemukan efek negatif tersebut, kalau ga percaya, silakan browsing dengan kata kunci tersebut, saya belum pernah menemukannya. Tapi, memang ada reaksi awal penggunaan Norival ini.

Reaksi awal penggunaan Norival memang berbeda-beda, tergantung dari kondisi kendaraan. Jika kendaraan terbiasa dengan pertamax dan service rutin, hampir dapat dipastikan efek positif Norival akan langsung terasa, berupa tarikan enteng, tenaga besar dan hemat BBM. Namun, jika terbiasa dengan premium, kemudian jarang dilakukan service, maka akan timbullah reaksi-reaksi awal tersebut, beberapa diantaranya:

  1. Tarikan kadang berat di awal penggunaan, ini karena Norival sedang mengeluarkan perlahan-lahan kerak yang menumpuk di atas kepala piston.
  2. Kadang brebed ketika digas, ini juga berkaitan dengan nomor 1, kerak yang dikeluarkan akan sedikit mengganggu jalur pembuangan dan pasokan BBM ke ruang bakar.
  3. Bensin malah menjadi boros dibandingkan biasanya
  4. Dari knalpot keluar cairan kuning (sulfur) dan juga pasir hitam yang halus.
  5. Kehilangan tenaga pada tarikan tertentu.
  6. Mesin menjadi lebih panas, wajar karena oktan naik sehingga pembakaran akan lebih sempurna dari biasanya.

Gejala-gejala di atas adalah hal yang wajar. Kami sarankan dilakukan service terlebih dahulu untuk mengurangi reaksi awal seperti di atas. Rata-rata, reaksi awal itu akan hilang setelah pemakaian Norival ke 3, namun mesin pasti akan lebih panas dari biasanya karena setelah terjadi pembersihan, pembakaran akan menjadi lebih sempurna.

Apakah Norival Bisa Digunakan Untuk Selain Motor dan Mobil?

Norival adalah peningkat kualitas bahan bakar minyak. Jadi, selain mobil dan motor, apa saja yang menggunakan bahan bakar minyak (bensin dan solar), tentu bisa ditambahkan Norival ke dalamnya. Yang berbahan bakar solar, tambahkan Norival Diesel dengan perbandingan 1ml untuk 20-25liter solar, sedangkan yang berbahan bakar bensin, cari tahu dulu kompresinya, kalau tidak ketahuan, cukup gunakan Norival Gold saja. Jadi Norival juga bagus digunakan untuk kendaraan selain mobil dan motor, seperti kapal penangkap ikan, genset, traktor, mesin penggilingan padi, dll. Tentu saja Norival membantu menghemat BBM sampai 40%, mengurangi asap pembakaran, dan membuat mesin lebih awet.

Dimana Saya Bisa Mendapatkan Norival?

Kami memiliki agen di sekitar 30 kota di Indonesia, jika anda ingin mendapatkan produk Norival ini, silakan hubungi mereka di link agen Norival. Jika ternyata jauh dari agen yang ada, atau kalau anda lebih suka belanja online, silakan order melalui web ini di link pembelian Norival. Harga di agen kami maupun pemesanan lewat web ini adalah sama, hanya mungkin terkena ongkos kirim. Namun jika pembelian lebih dari 5 botol (dalam Jawa) atau 10 botol (luar Jawa), maka gratis ongkos kirim. Intinya tergantung anda mana yang dirasa lebih mudah.

Apa Syarat Untuk Menjadi Reseller dan Agen Norival?

Untuk menjadi Distributor / Agen / Pra Agen / Reseller Norival, berikut persyaratannya:

  1. Melakukan pembelian awal minimal 1 box (32 botol, boleh campur).
  2. Memiliki daerah pemasaran yang jelas
  3. Memahami penjelasan tentang produk Norival
  4. Skema: Reseller (minimal 1box), Pra Agen (minimal 4box), Agen (minimal 7box), Distributor (minimal 11box)

Lebih jelasnya, silakan klik link cara menjadi agen Norival.

Bgmn Cara Identifikasi Kualitas Pembakaran Melalui Komponen Busi?

Berikut ini beberapa tanda di busi yang berhubungan dengan kondisi mesin:

  • Busi dalam kondisi baik dapat dilihat dari warna kaki sekatan busi yaitu abu-abu terang atau coklat kemerahan. Hal itu berarti kondisi mesin meliputi waktu pengapian dan penyetelan mesin yang ideal.
  • Busi yang kotor dari ujung insulator dan elektroda busi tertutup kotoran jelaga hitam dari sisa pembakaran yang halus, menandakan settingan yang tidak pas. Akibatnya: konsumsi bahan bakar boros, asap sisa pembakaran berwarna hitam dan mesin susah untuk di start dalam keadaan dingin.
  • Bila ujung insulator berwarna kuning agak coklat muda  dan terdapat warna hijau, kemungkinan bensin/oli yang bercampur air ,atau karena penggunaan aditif yang tidak senyawa dengan bahan bakar. Mengakibatkan: Akselerasi menurun dan misfire / knalpot meledak-ledak.
  • Busi yang berkerak kuning kehitaman: menunjukkan bahwa campuran BBM di karburator terlalu gemuk. Hal itu dapat disebabkan oleh katup pada ruang pemanasan tidak bekerja / saringan udara kotor.
  • Busi berkerak basah: menunjukkan adanya oli yg masuk ke dalam ruang bakar. Disebabkan oleh: Keausan komponen ring piston, penggunaan oli berlebihan.
  • Busi yang berkerak putih mengkilap dan berbutir : menunjukkan busi dalam keadaan panas yang berlebihan. Penyebabnya bisa dikarenakan ruang bakar yang kotor dan berkerak , pemakaian bahan bakar beroktan rendah dan detonasi. Selain itu juga disebabkan oleh cairan pendingin ( khusus untuk motor dengan liquid cooling) masuk dan ikut terbakar di ruang bakar.

Faktor Apa Saja Yang Mengakibatkan Kinerja Kendaraan/Mesin Tidak Maksimal?

Faktor umum yang menjadi penyebab terjadinya penumpukan kerak karbon yaitu :

a.) Kondisi komponen – komponen yang berperan di dalam proses pembakaran.
Bila komponen pengapian seperti accu, delco, koil dan busi mengalami masalah, maka proses pembakaran akan terganggu dan mengakibatkan penumpukan kerak karbon secara bertahap dari hasil sisa BBM yang tidak terbakar dengan sempurna.

Keausan pada komponen ring piston dapat mengakibatkan oli masuk ke dalam ruang bakar dan menimbukan kerak dalam jumlah yang cukup besar.
cici-ciri: Ditandai dengan asap putih yang keluar dari knalpot, baik saat kondisi mesin stasioner, putaran bawah, menengah dan atas.

Saran: Pastikan kondisi komponen pengapian dalam kondisi baik/layak pakai. Pengecekan dapat dilakukan pada bengkel terdekat yang didukung dengan teknisi berpengalaman.

b.) Settingan AFR (Air Fuel Ratio)
Untuk mengetahui apakah campuran bahan bakar yang masuk ke dalam ruang bakar mempunyai ratio yang tepat, dapat diidentifikasi saat mesin di start dan dengan melihat kondisi pada ruang bakar.

Campuran yang terlalu kurus/miskin, bisa ditandai dengan kondisi sbb:

  • Electrode pada busi berwarna putih
  • Stasioner / langsam tidak stabil
  • Mesin terasa cepat panas
  • Mesin sulit di start
  • Gelitik / detonasi

Campuran yang terlalu gemuk/kaya bisa ditandai dengan kondisi sbb:

  • Electrode busi berwarna hitam dan basah
  • Asap knalpot hitam
  • Bahan bakar sangat boros
  • Putaran mesin tidak stabil
  • Banyak deposit karbon di dalam ruang bakar
  • Mesin sulit di start

Campuran yang tepat akan menghasilkan pembakaran yang sempurna sehingga busi berwarna coklat keabu-abuan dan kering, deposit karbon tidak banyak terbentuk, putaran mesin stabil dan mesin mudah distart.

Untuk mendapatkan ratio yang tepat, karburator disetting agar aliran udara yang masuk sesuai dengan bahan bakar yang dikabutkan. Secara teoritis, untuk membakar bensin secara sempurna, ratio udara berbanding dengan BBM yang tepat adalah 14,7 : 1. Namun mesin memerlukan kondisi campuran yang berbeda tergantung pada kondisi kerjanya,
Contoh: Start mesin dingin 2~3 : 1 (choke dioperasikan), start mesin yang sudah panas 7~8 : 1, stasioner/langsam 8~10 : 1, kecepatan rendah 10~12 : 1, kecepatan menengah 15~17 : 1, kecepatan tinggi / beban berat 12~13 : 1.

Secara umum, peruntukan ratio yang baik adalah sebagai berikut:

  • 12 ~ 13 : 1     Adalah ratio yang menghasilkan tenaga maksimum
  • 15 : 1     Adalah ratio yang memungkinkan pembakaran bensin secara sempurna
  • 16 ~ 17 : 1     Adalah ratio konsumsi bensin yang paling irit

Efek yang ditimbulkan pada masing-masing tingkatan AFR :

  • AFR terlalu kurus: Tenaga mesin lemah, menimbulkan detonasi, cepat panas, terjadi misfire, merusak dinding silinder pada ruang bakar.
  • AFR Kurus: Tenaga mesin berkurang, terkadang terjadi detonasi, konsumsi BBM irit.
  • AFR Ideal: Kondisi paling ideal.
  • AFR kaya: bensin lebih boros, mesin lebih bertenaga, tidak terjadi detonasi.
  • AFR terlalu kaya: Bensin sangat boros, asap knalpot berwarna hitam & perih dimata, sering terjadi misfire, terjadi penumpukan kerak di ruang bakar.

AFR pada mesin Diesel:
Rasio udara pada bahan bakar mesin diesel lebih tinggi dibandingkan dengan mesin bensin. AFR mesin diesel mencapai 1 : 16 sampai dengan 160. Artinya satu bagian bahan bakar membutuhkan 16 s/d 160 bagian udara untuk melayani suatu proses pembakaran di dalam silinder.

Hal lain yang berhubungan erat dengan AFR adalah emisi gas buang yang dihasilkan.Gas NOx yang dihasilkan dari pembakaran mesin diesel mengandung oksigen berlebih, karena mesin diesel dioperasikan dengan AFR yang lebih kurus dari AFR yang secara teoritis mencapai 1 : 14,7. Normalnya konsentrasi oksigen di gas buang adalah 1 – 2 %. Tingginya konsentrasi oksigen pada gas buang akan menyebabkan tingginya konsentrasi senyawa NOx. Senyawa NOx sangat tidak stabil dan jika terlepas ke udara bebas akan mengikat oksigen dan membentuk Nitrat Oksida (NO2) yang sangat sangat berbahaya/beracun dan jika bercampur dengan air akan membentuk asam nitrat. Keuntungan lain dari AFR yang kurus pada mesin diesel adalah rendahnya kandungan Karbon monoksida (CO) dan Hidrokarbon (HC) pada gas buang.